Merubah Persepsi Pola Pikir Pemuda yang Keliru

By | November 2, 2015

semangat-pemuda-indones

      Generasi muda adalah tunas bangsa yang memiliki peran penting dalam mempertahankan keutuhan suatu bangsa karena di tangan merekalah masa depan suatu bangsa ditentukan. Dengan usianya yang relatif muda, mereka dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan yang ada di tengah masyarakatnya. Kaum muda harus menyadari bahwa sesuai perkembangan zaman modern hari ini, tantangan dan ancaman terhadap jati diri mereka sebagai bangsa yang bermoral dan bermartabat sedang diuji. Secara global, ancaman dan tantangan itu meretas melalui berbagai instrumen. Jika tidak hati-hati, dampak negatif perkembangan globalisasi dapat melunturkan identitas mereka sebagai generasi muda bangsa yang memiliki budaya luhur. Sebab apa yang dipikirkan pada generasi muda penerus bangsa akan berbuah pada stabilitas bangsa suatu negara.

       Dalam kaitannya dengan hal tersebut, sudah sepatutnya generasi muda Indonesia membentengi diri dengan sikap kritis, berpola pikir positif, serta waspada terhadap masuknya kejahatan-kejahatan transaksional melalui arus globalisasi, seperti terorisme dan jaringan narkoba, dengan tetap berpedoman pada norma-norma dan budaya masyarakat yang bersifat positif serta protektif. Dari beberapa pernyataan tentang generasi muda timbullah pertanyaan mendasar “siapa yang termasuk pemuda dan bagaimana kondisinya ?” Secara umum, pemuda adalah setiap orang yang berusia 15 – 35 tahun. Dengan demikian, pelajar SMA pun termasuk kategori pemuda. Generasi muda yaitu mereka yang diidealkan sebagai sosok yang penuh energi, semangat, dan kreatif untuk menciptakan semangat pembaharuan.

       Secara umum, populasi generasi muda di Indonesia mencapai 79.363.477 jiwa atau sekitar 36,75% dari penduduk Indonesia secara keseluruhan, dengan jumlah peningkatan rata-rata 1,5%. Dari potensialnya jumlah penduduk Indonesia yang tergolong kedalam generasi muda, maka tinggi pula kesempatan terpengaruhnya para tunas bangsa ini sehingga, itu dapat langsung berdampak pada stabilitas negara Indonesia, semua itu tidak luput dari faktor pendidikan, moral, serta lingkungan sangat besar. Jika pemuda mulai berpola pikir keliru maka semua kemungkinan yang tidak diinginkan dapat terjadi dengan mudah sebaliknya jika para generasi muda tetap berpegang teguh terhadap prinsip Pancasila dan norma-norma maka bukan tidak mungkin para generasi muda lah yang mampu menopang tegaknya bangsa Indonesia tetapi itu juga tidak terlepas pada orang tua yang berperan sebagai motivator, guru, mentor bagi generasi muda agar tidak keliru dalam mengimplementasikan arti dari sebuah kepemimpinan dan tanggung jawab.

       Pengaruh besar dari generasi muda dapat ditelusuri dari adanya peristiwa sumpah pemuda yang setiap tanggal 28 Oktober diperingati. Dari bukti otentik tersebut bahkan dari sebelum merdeka generasi mudah sudah ambil bagian dari proses terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Makna sumpah pemuda bukan sekedar untuk dibaca, ditulis, melainkan harus tetap diimplementasikan kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengingat makna yang terkandung dalam isi sumpah pemuda sangatlah vital. Dari kemampuan para generasi muda untuk ikut ambil  mewujudkan kemerdekaan Indonesia tidak heran jika Presiden Soekarno pernah berkata “beri aku 10 pemuda! maka akan kuguncangkan dunia!”

       Generasi muda pada era modern saat ini dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan yang ada di tengah masyarakat di antaranya sebagai berikut :

  1. Masalah fisik pemuda
  2. Kurangnya pemahaman keagamaan
  3. Kurangnya wawasan tentang kepemimpinan, politik, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya
  4. Kurangnya Partisipasi aktif dalam pembangunan nasional karena tidak memiliki keterampilan hidup
  5. Kurangnya stabilitas diri
  6. Menurunnya wawasan kebangsaan
  7. Meningkatnya penyalagunaan narkotika dan obat terlarang
  8. Meningkatnya kasus tindak kekerasan yang melibatkan generasi muda
  9. Meningkatnya pergaulan bebas di kalangan generasi muda
  10. Masih tingginya angka putus sekolah

Walaupun banyaknya masalah yang menerpa generasi muda Indonesia tidak serta merta harus ditanggapi dengan pesimis sebab dengan keuletan dan pikiran positif maka bukan tidak mungkin masalah yang dihadapi oleh pemuda Indonesia dapat teratasi.

       Dalam menghadapi seluruh masalah tersebut generasi muda perlu membangun sikap kritis dan waspada karena tidak semua yang dibawa oleh arus globalisasi itu sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang kita anut. Dengan demikian, dalam kondisi dan situasi apapun, pelajar dan pemuda sebagai aset dan masa depan bangsa dituntut untuk memiliki sikap kritis dan waspada terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di sekelilingnya, seperti sama halnya dengan pergaulan serta lingkungan yang ikut membentuk pola pikir generasi muda ke depannya. Sikap kritis disini jangan salah diartikan sebagai selalu mempertanyakan apa-apa yang terjadi di sekitar, melainkan mampu menyikapi apa-apa yang terjadi di sekitarnya dengan sikap positif dan rasional. Sikap kritis juga berarti mampu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebagai akibat dari apa yang terjadi sekarang.

       Selain itu generasi muda juga harus memahami tentang adanya suatu gerakan yang mampu menimbulkan perpecahan di wilayah NKRI, seperti gerakan terorisme dan berbagai gerakan radikalisme. Bentuk-bentuk radikalisme tersebut sangat perlu dihindari sebab aksi tersebut hanya akan menimbulkan suatu permasalahan yang sangat besar dan berdampak negatif bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu generasi muda harus mengetahui bentuk, potensi, dan paham gerakan radikalisme sehingga kemungkinan penyebaran dan dampak dari radikalisme dapat diatasi dengan berbagai metode.

       Selain peningkatan kewaspadaan terhadap radikalisme, ada pula yang harus di waspadai oleh generasi muda yaitu globalisasi kebudayaan dunia sebagaimana yang diketahui bersama bahwa globalisasi merupakan kenyataan sejarah yang tidak dapat terbantahkan oleh siapa pun. Sehingga mau tidak mau generasi muda harus menghadapinya, dalam menghadapi arus globalisasi selain sikap waspada dan kritis akan tetapi juga diperlukan pemikiran yang matang sehingga para generasi muda mampu memilah mana yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan mana yang melenceng dari nilai-nilai norma. Selain itu generasi muda juga harus mampu mengambil nilai positif dari globalisasi, sebab jika tidak maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang tergerus oleh perkembangan zaman.

       Sikap dan pola pikir pemuda juga sangat perlu dilakukan perubahan apa bila ia telah melenceng dari norma dan aturan. Sebagai contoh seorang pemuda yang mudah di provokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, jika si pemuda tersebut tidak berpola pikir positif maka semakin mudah bagi pihak tersebut untuk mempengaruhinya, sehingga si pemuda tersebutlah yang menjadi korban yang diakibatkan kurangnya sikap pola pikir positif. Cara yang paling mudah untuk menghindari berpikiran negatif yaitu dengan menghindari segala sesuatu yang memungkinkan memunculkan pikiran negatif, serta selalu mencari kebenaran informasi yang diterima tidak serta merta percaya begitu saja pada seseorang bahkan teman sekalipun.

       Sebagai kesimpulan kami mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk bersatu dan merubah seluruh persepsi salah mengenai kehidupan ini, merubah pola pikir negatif menjadi positif, serta selalu bersikap protektif terhadap segala sesuatu yang dapat menimbulkan perpecahan di wilayah NKRI. Karena apa yang dipikirkan maupun yang diperbuat oleh para generasi muda saat ini merupakan cerminan masa depan bangsa jika kearah positif maka akan berdampak positif sebaliknya jika negatif maka akan berdampak negatif pula terhadap bangsa Indonesia. Generasi muda juga harus bersikap kritis atas datangnya era globalisasi yaitu dengan mengambil nilai positif dan menghilangkan nilai negatifnya berdasarkan atas nilai norma-norma dan agar selalu berpegan teguh terhadap kepercayaan masing-masing.

One thought on “Merubah Persepsi Pola Pikir Pemuda yang Keliru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *